Follow up yang baik terasa seperti admin toko yang perhatian, bukan seperti iklan nyasar. Kuncinya: kirim hanya ke orang yang pernah chat dan menunjukkan minat, pilih waktu yang wajar, tulis pesan yang menyambung dengan obrolan sebelumnya, berhenti begitu pembeli membalas, dan batasi jumlah sapaannya. Kalau pembeli bilang tidak mau dihubungi lagi, hormati.
Banyak penjual kehilangan pesanan bukan karena produknya kurang menarik, tapi karena pembeli yang sudah tanya harga lalu diam tidak pernah disusul. Menyusul satu per satu saat chat sedang ramai memang sulit. Di sinilah follow up yang rapi membantu.
Lima prinsip follow up tanpa spam
1. Hanya ke orang yang pernah chat dan berminat
Follow up adalah lanjutan obrolan, bukan obrolan baru. Sasaran yang wajar: orang yang sudah bertanya harga, stok, atau ongkir tapi belum memesan, pembeli yang sudah memesan tapi belum bayar, dan pelanggan yang pernah membeli. Mengirim pesan ke nomor yang tidak pernah chat denganmu adalah promosi yang tidak diminta, dan inilah yang paling sering membuat nomor diblokir atau dilaporkan.
2. Pilih waktu yang tepat
Jangan menyapa tengah malam atau subuh. Kirim di jam yang wajar, dari pagi sampai malam. Jeda pertama juga penting: menunggu beberapa jam sesudah chat terakhir biasanya terasa lebih sopan daripada langsung disusul beberapa menit kemudian.
3. Personal dan menyambung
Sebut nama pembeli dan produk yang ia tanyakan. Pesan "Halo kak, promo hari ini!" yang dikirim ke semua orang terasa seperti spam. Pesan yang menyambung dengan obrolan sebelumnya terasa seperti pelayanan.
4. Berhenti saat pembeli membalas
Begitu pembeli membalas, lanjutkan obrolan seperti biasa. Jangan biarkan pesan otomatis berikutnya tetap terkirim di tengah percakapan.
5. Batasi jumlah sapaan
Tentukan batasnya sejak awal, misalnya dua atau tiga sapaan dengan jarak yang makin panjang. Kalau tetap tidak ada jawaban, biarkan. Pembeli yang tidak tertarik akan merasa terganggu kalau terus disapa.
Contoh pesan follow up
Contoh di bawah memakai nama fiktif. Sesuaikan dengan gaya bicara tokomu.
Pembeli tanya harga lalu diam, beberapa jam kemudian:
Halo Kak Rina, tadi sempat tanya gamis warna sage ukuran L ya. Stoknya masih ada, kak. Kalau mau, aku bantu cek ongkir ke alamat kakak.
Sapaan kedua, keesokan harinya:
Kak Rina, kalau masih ada yang mau ditanyakan soal bahan atau ukuran gamis sage-nya, tinggal balas ya kak. Aku bantu jelaskan.
Pesanan belum dibayar:
Halo Kak Dimas, pesanan sepatu ukuran 42 atas nama Kak Dimas masih menunggu pembayaran ya. Kalau ada kendala saat transfer, kabari aja kak.
Upsale ke pelanggan lama:
Kak Sari, terima kasih sudah belanja serum kemarin. Semoga cocok ya kak. Kalau mau, ada toner dari seri yang sama yang biasa dipakai bareng serum itu.
Hal yang sebaiknya dihindari:
- Huruf kapital semua dan tanda seru berderet.
- Desakan palsu seperti "HARI INI TERAKHIR" kalau memang tidak benar.
- Pesan yang sama persis dikirim berulang kali.
- Diskon yang tidak pernah kamu tawarkan.
Cara Follow Up dan Upsale bekerja di Closingin.AI
Di Closingin.AI ada menu Upsale dan Follow Up dengan dua cara kerja.
Draf per pesanan, ditulis AI
Menu ini berisi rekap pesanan. Pesanan yang menunggu pembayaran punya tombol Follow Up, sedangkan pesanan yang sudah dikirim atau selesai punya tombol Upsale. Saat tombol ditekan, AI menulis draf pesan dari riwayat chat dan rincian pesanan pembeli itu. Kamu bisa mengubahnya, meminta AI menulis ulang, lalu menekan Kirim. Draf tidak pernah terkirim sendiri, dan membuat draf memakai Kredit AI seperti balasan biasa.
Aturan otomatis bertahap
Untuk menyapa banyak calon pembeli tanpa repot, buat aturan otomatis. Closingin.AI mengelompokkan kontak dari percakapannya: yang baru chat, yang sudah menunjukkan minat (misalnya tanya harga, stok, atau ongkir), dan yang sudah pernah memesan. Hanya dua kelompok terakhir yang bisa disapa aturan otomatis.
- Sasaran Follow Up: orang yang sudah menunjukkan minat tapi belum memesan.
- Sasaran Upsale: pembeli yang pernah memesan.
- Sampai 5 langkah, masing-masing dengan pesan dan jeda sendiri. Jeda paling cepat 1 jam, misalnya 1 jam, 3 jam, 1 hari, 3 hari, dan 7 hari.
- Jam kirim 08.00-20.00, jadi tidak ada sapaan tengah malam.
- Berhenti sendiri kalau pembeli membalas, memesan, atau chatnya dibalas atau diambil alih manusia.
- Sekali per langkah. Orang yang sama tidak disapa berulang oleh langkah yang sama.
- Jarak antar promosi. Kontak yang dalam 7 hari terakhir sudah menerima promosi lain dari tokomu dilewati dulu.
Untuk pesanan transfer yang belum dibayar, ada juga pengingat bayar otomatis, bawaannya 2 jam dan 24 jam sesudah pesanan dicatat. Waktunya bisa kamu ubah.
Kalau kamu memakai nomor WhatsApp API resmi, sapaan di luar 24 jam sejak chat terakhir pembeli memakai template yang disetujui Meta dan ditagih Meta ke akun Meta milikmu.
Menghormati yang tidak mau dihubungi
- Secara bawaan, pembeli yang membalas hanya dengan kata BERHENTI atau STOP dicatat berhenti menerima promosi, termasuk follow up.
- Kontak yang kamu tandai tidak dibalas AI juga tidak ikut Follow Up otomatis.
Ringkasan
| Lakukan | Hindari |
|---|---|
| Sapa orang yang pernah chat dan berminat | Mengirim ke nomor yang tidak pernah chat |
| Kirim di jam yang wajar | Menyapa tengah malam |
| Sebut nama dan produk yang ditanyakan | Pesan yang sama untuk semua orang |
| Berhenti saat pembeli membalas | Pesan otomatis tetap jalan saat sedang mengobrol |
| Batasi jumlah sapaan | Menyapa terus tanpa batas |
| Hormati yang minta berhenti | Menyapa ulang orang yang sudah menolak |
Soal risiko nomor, baca juga apakah aman memakai AI di nomor WhatsApp jualan. Kalau kamu belum memakai AI sama sekali, mulai dari cara membalas chat WhatsApp otomatis dengan AI.